Media Pembelajaran Pop-Up Book Tingkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas 2 SDN 04 Mendelem, Pemalang
Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran utama dalam membentuk karakter dan moral siswa. Menguasai materi PAI sejak usia dini membantu membentuk dasar moral dan etika yang kuat. Dengan demikian, siswa dapat menginternalisasi nilai-nilai kebaikan, kejujuran, toleransi, dan tanggung jawab yang diajarkan dalam ajaran Islam. Pendidikan Agama Islam pada tingkat SD bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar tentang ajaran Islam, termasuk pemahaman tentang Tuhan, ajaran moral, ibadah, dan norma-norma keislaman. Peningkatan hasil belajar PAI memberikan dasar yang kuat bagi pemahaman nilai-nilai keislaman yang menjadi landasan hidup bagi siswa (Dahwadin, 2019).
Dengan meningkatnya pemahaman terhadap ajaran Islam, siswa dapat membangun kesadaran keagamaan yang kuat. Mereka akan lebih menyadari posisi agama dalam kehidupan sehari-hari dan memahami pentingnya menjalani hidup sesuai dengan nilai-nilai agama yang dianutnya (Nurjaman, 2020). Dengan memperhatikan dan meningkatkan hasil belajar PAI pada siswa kelas 2 SD, kita dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan akademis, moral, dan spiritual siswa sejak usia dini. Hal ini tidak hanya memberikan manfaat individu, tetapi juga berdampak positif pada masyarakat secara keseluruhan.
Dalam konteks pembelajaran PAI di SD, efektivitas media pembelajaran menjadi faktor krusial dalam mencapai tujuan pembelajaran yang optimal. Salah satu inovasi media pembelajaran yang menarik perhatian adalah pop-up book. Media ini tidak hanya menyajikan informasi secara visual yang menarik, tetapi juga dapat membangkitkan minat dan kreativitas siswa (Cecep Kustandi, 2020). Media pembelajaran pop-up book diterapkan pada siswa kelas 2 di SDN 04 Mendelem, Pemalang dalam rangka meningkatkan hasil belajar PAI mereka.
Media pembelajaran pop-up book adalah suatu bentuk media pembelajaran yang menggabungkan unsur cetak (buku) dengan elemen-elemen tiga dimensi yang “melompat” atau “muncul” (pop-up) ketika buku dibuka. Pop-up book dirancang untuk memberikan pengalaman visual yang menarik dan interaktif kepada pembaca. Buku ini biasanya memiliki struktur mekanis yang kompleks, memungkinkan elemen-elemen tertentu muncul secara tiba-tiba ketika halaman dibuka (Sumiharsono, 2017).
Pop-up book memiliki elemen tiga dimensi yang dapat muncul dari halaman buku. Ini bisa berupa gambar, tokoh, atau objek yang “pop-up” ketika buku dibuka. Keunikan dari buku ini terletak pada kemampuannya untuk memberikan pengalaman interaktif kepada siswa. Siswa dapat terlibat lebih aktif dengan buku karena adanya unsur “pop-up” yang menarik perhatian. Pop-up book dapat dirancang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran, termasuk untuk materi pelajaran tertentu. Dalam konteks pendidikan, buku ini dapat dikustomisasi untuk memvisualisasikan konsep-konsep yang kompleks dengan cara yang lebih mudah dipahami oleh siswa. Media pembelajaran pop-up book sering digunakan dalam berbagai konteks pembelajaran, mulai dari pendidikan formal di sekolah hingga kegiatan literasi anak-anak di luar lingkungan sekolah. Penggunaan buku ini dapat memberikan nuansa yang lebih menyenangkan dan menarik dalam proses pembelajaran, terutama untuk mata pelajaran yang membutuhkan pendekatan kreatif dan visual (Usep Kustiawan, 2016).
Studi tentang penggunaan media pembelajaran pop-up book pada siswa kelas 2 SDN 04 Mendelem, Pemalang efektif dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI). Berdasarkan data dan observasi yang diperoleh, beberapa temuan utama dapat diidentifikasi bahwa siswa yang terlibat dalam pembelajaran dengan menggunakan pop-up book menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap materi PAI. Elemen tiga dimensi yang muncul dari buku memberikan visualisasi yang jelas dan menggugah minat siswa, sehingga memudahkan mereka untuk memahami konsep-konsep agama Islam. Selain itu, penggunaan pop-up book mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Mereka terlihat antusias dan berpartisipasi dengan lebih baik dalam diskusi kelas, pertanyaan, dan kegiatan terkait PAI.
Interaktivitas buku pop-up memberikan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan menarik bagi siswa. Berdasarkan temuan studi ini, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran pop-up book memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan hasil belajar Pendidikan Agama Islam pada siswa kelas 2 SDN 04 Mendelem, Pemalang. Penggunaan pop-up book tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi PAI, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif, meningkatkan retensi informasi, dan menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan. Saran yang dapat diberikan berdasarkan temuan ini adalah pentingnya pengembangan lebih lanjut terkait desain dan penggunaan media pembelajaran pop- up book yang lebih sesuai dengan kurikulum dan kebutuhan siswa. Diharapkan juga adanya penelitian lebih lanjut untuk mengukur dampak jangka panjang dari penggunaan media ini terhadap pemahaman konsep siswa. Kesimpulannya, media pembelajaran pop-up book dapat dianggap sebagai alternatif yang inovatif dan efektif dalam mendukung pembelajaran PAI di tingkat SD.
