Penerapan Token Economy Tingkatkan Perilaku Prososial Anak TK B Pertiwi Jati 2 Sawangan
Di era modern ini, pendidikan anak usia dini memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan perilaku anak-anak. Salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan adalah perilaku prososial, yaitu perilaku yang mendukung, membantu, dan peduli terhadap orang lain. Perilaku prososial ini penting untuk dikembangkan sejak dini karena dapat membantu anak-anak menjadi individu yang empatik, kooperatif, dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya (Susanto, 2018).
Perilaku prososial membantu membentuk karakter anak. Anak-anak yang terbiasa dengan perilaku baik, seperti berbagi, peduli, dan membantu, cenderung berkembang menjadi individu yang peduli dengan kebutuhan orang lain dan lebih mampu menjalin hubungan yang sehat. Anak-anak yang menunjukkan perilaku prososial secara teratur memiliki keterampilan sosial yang lebih baik. Mereka belajar bekerja sama, berkomunikasi dengan baik, dan memahami perasaan orang lain, yang semuanya adalah keterampilan sosial penting (Andres, 2023).
Melalui perilaku prososial, anak-anak belajar merasakan empati terhadap orang lain. Mereka memahami perasaan dan kebutuhan orang lain, yang merupakan dasar dari empati. Kemampuan ini membantu mereka mengembangkan hubungan yang mendalam dengan orang lain. Perilaku prososial bukan hanya penting dalam membentuk karakter anak, tetapi juga memainkan peran yang krusial dalam membentuk masyarakat yang ramah, peduli, dan bersifat inklusif. Melalui pendidikan dan contoh yang baik dari orang dewasa, anak-anak dapat memperoleh pemahaman yang mendalam tentang pentingnya perilaku prososial dalam menjalin hubungan yang positif dengan orang lain (Huliyah, 2021).
Namun, dalam konteks Kelompok B TK Pertiwi Jati 2 di Sawangan Magelang, Jawa Tengah, terdapat tantangan dalam meningkatkan perilaku prososial anak-anak. Beberapa anak menunjukkan perilaku egois, kurangnya rasa peduli terhadap teman sebaya, atau kurangnya kemampuan berbagi dan bekerja sama. Tantangan ini mungkin disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk pengaruh lingkungan sosial, kurangnya pemahaman akan pentingnya perilaku prososial, dan kurangnya stimulus positif untuk mendorong perilaku tersebut (Rahmawati, 2022).
Salah satu pendekatan yang telah terbukti efektif dalam meningkatkan perilaku prososial adalah penerapan konsep Token Economy. Token Economy adalah suatu sistem penguatan positif di mana anak- anak diberi token atau poin sebagai imbalan atas perilaku prososial yang mereka tunjukkan. Token-token ini kemudian dapat ditukarkan dengan hadiah atau keuntungan lainnya. Melalui sistem ini, anak-anak memiliki insentif positif untuk menunjukkan perilaku prososial, seperti berbagi, membantu teman, atau menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar (Isnawati, 2020).
Penerapan pembelajaran berbasis Token Economy pada anak kelompok B TK Pertiwi Jati 2 di Sawangan Magelang, Jawa Tengah untuk meningkatkan perilaku prososial anak melibatkan serangkaian langkah-langkah yang cermat dan terencana. Guru perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang konsep Token Economy dan bagaimana cara mengimplementasikannya dengan baik dalam lingkungan pendidikan anak usia dini. Guru harus menentukan tujuan pembelajaran secara spesifik, contohnya meningkatkan perilaku prososial (berbagi, membantu teman, mendengarkan dengan baik, atau menunjukkan rasa empati). Guru merancang sistem token yang jelas dan mudah dimengerti oleh anak-anak. Misalnya, tentukan berapa token yang akan diberikan untuk setiap perilaku prososial dan berapa token yang diperlukan untuk mendapatkan hadiah.
Guru dapat mengajak anak-anak untuk berpartisipasi dalam pembuatan aturan dan sistem Token Economy. Ini dapat meningkatkan keterlibatan dan pemahaman mereka tentang cara kerja sistem ini. Terapkan sistem Token Economy secara konsisten. Guru memberikan token kepada anak-anak setiap kali mereka menunjukkan perilaku prososial yang diinginkan. Guru menentukan hadiah atau penghargaan yang dapat diperoleh anak-anak dengan menukarkan token mereka. Pastikan hadiah-hadiah ini menarik bagi anak-anak sehingga mereka termotivasi untuk berpartisipasi. Berikan penguatan positif dengan memberikan pujian dan pengakuan kepada anak- anak ketika mereka menunjukkan perilaku prososial. Ini dapat memperkuat hubungan antara perilaku positif dan penghargaan dalam benak anak-anak. Dengan mengikuti langkah-langkah ini, pembelajaran berbasis Token Economy dapat menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan perilaku prososial anak usia dini. Konsistensi, penguatan positif, dan keterlibatan aktif dari guru, anak-anak, dan orang tua merupakan kunci keberhasilan dalam penerapan pendekatan ini.
Dalam konteks TK Pertiwi Jati 2 di Sawangan Magelang, Jawa Tengah, penerapan Token Economy adalah suatu pendekatan yang sukses untuk meningkatkan perilaku prososial anak-anak. Dengan memberikan insentif positif dalam bentuk token, anak-anak diberdayakan untuk berpartisipasi dalam perilaku prososial, membantu menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan peduli. Hasil penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan yang terstruktur dan insentif positif dalam pembentukan perilaku anak-anak usia dini. Dalam konteks ini, sistem Token Economy tidak hanya meningkatkan perilaku prososial, tetapi juga membantu anak-anak memahami nilai-nilai seperti kerjasama, empati, dan kepedulian terhadap orang lain. Oleh karena itu, penerapan Token Economy dapat dijadikan model yang efektif dalam pendidikan anak usia dini, terutama ketika tujuannya adalah untuk memperkuat sifat-sifat prososial yang fundamental dalam perkembangan anak-anak.
