Penggunaan Teka Teki Silang pada Pembelajaran Materi Kualitas Air Pembesaran Ikan KKAPAT SMKN 4 Kendal
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki tujuan khusus yaitu menyiapkan peserta didik/siswa menjadi manusia produktif, mampu bekerja mandiri, mengisi lowongan pekerjaan yang ada sebagai tenaga kerja tingkat menengah sesuai kompetensi dalam program keahlian yang dipilihnya. Siswa dituntut menguasai kompetensi pengetahuan, ketrampilan dan sikap. SMK Negeri 4 Kendal yang berdiri sejak 2005 mempunyai 6 konsentrasi keahlian. Salah satunya adalah Agribisnis Perikanan Air Tawar (APAT). Dalam kurikulum Merdeka, teknik pembesaran komoditas ikan air tawar merupakan elemen fase F dari mata pelajaran konsentrasi keahlian (APAT).
Melewati masa pandemic, aktivitas siswa cenderung bersifat subyektif. Mereka asyik dengan gadget mereka masing-masing, karena terbiasa dengan kegiatan baik keseharian dirumah maupun pembelajaran dirumah. Untuk membangkitkan kembali keaktifan dan kerjasama dalam pembelajaran, maka perlu dipilih strategi pembelajaran yang menuntut siswa aktif dan bekerja sama yang diharapkan akan meningkatkan nilai pengetahuan siswa. Salah satu metode pembelajaran pembelajaran aktif adalah dengan menggunakan Crossword Puzzle (Teka-Teki Silang/TTS).
Teka-teki silang (TTS) ialah bentuk permainan yang cara memainkannya dengan mengisi bagian ruang kosong mengunakan huruf sehingga kemudian akan membentuk sebuah kata yang didasarkan atas petunjuk yang digunakan (Ariwibowo dalam Syofiani, Zaim, Syahrul, 2018:89). Crossword puzzle (teka-teki silang) adalah suatu strategi pembelajaran yang menyenangkan, dimana anak harus dibangun kreativitasnya dan dibimbing aktivitas belajarnya. Strategi pembelajaran ini dapat menciptakan kondisi belajar yang menyenangkan di kelas sehingga siswa menjadi tertarik dan antusias dalam mengikuti proses pembelajaran.
Teka-teki silang ini dapat diisi secara individu maupun kelompok. Strategi pembelajaran crossword puzzle memungkinkan siswa untuk ikut berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terdapat dalam lembar teka-teki silang tentang materi yang dipelajari, sehingga secara tidak langsung siswa menggali pengetahuaannya sendiri dan hasil belajar yang diharapkan dapat tercapai dengan maksimal.
Unsur permainan yang terdapat dalam teka- teki silang menciptakan suasana pembelajaran menyenangkan sehingga memungkinkan siswa merasa nyaman dalam belajar. Menurut Riani Dwi Utari dkk, (2015) Penggunaan Media Teka-Teki Silang (TTS) dan Index Card Match (ICM) Pada Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) Mampu meningkatkan Prestasi Belajar Siswa. Beberapa kelebihan TTS adalah dapat merangsang dan menumbuhkan keaktifan siswa, memperdalam pemahaman siswa mengenai materi yang telah disampaikan dan membina rasa tanggung jawab dan sikap disiplin siswa.
Pengetahuan tentang kualitas air haruslah dikuasai oleh siswa yang belajar pada konsentrasi keahlian Agribisnis Perikanan. Kualitas air merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan budidaya ikan. Kualitas air yang buruk akan menyebabkan berbagai hal yang dapat menggagalkan keberhasilan budidaya. Kualitas air yang buruk akan berpengaruh pada aktivitas makan ikan, seperti ikan malas makan atau bahkan tidak mau makan. Selain itu juga dapat menyebabkan ikan sakit mudah terserang penyakit. Pembelajaran dengan menggunakan TTS ini dilakukan setelah siswa membaca dan mempelajari materi tentang kualitas air dan pencegahan hama dan penyakit. Pertanyaan yang diberikan membutuhkan jawaban singkat yang harus diisikan dalam kotak yang tersedia. Pertanyaan dapat berupa definisi pendek, kategori yang sesuai dengan item, contoh ataupun lawan kata. TTS dikerjakan secara kelompok untuk membangun kerja sama dan juga memantau keaktifan siswa. Pengerjaan TTS ini diberi batasan waktu Sebagai bentuk apresiasi, kelompok yang mengerjakan paling cepat dan benar diberikan penghargaan. Dari hasil pengamatan selama pembelajaran, tampak siswa bersemangat dan antusias dalam selama pengerjaan TTS. Hal ini diharapkan akan berdampak pada nilai pengetahuan pada materi tersebut.
