Pelaksanaan Pembelajaran Menulis Paragraf melalui Model Modeling The Way Berbantuan Multimedia pada Siswa SDN 03 Kaliboto
Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang dipergunakan dalam komunikasi secara tidak langsung. Keterampilan menulis tidak didapatkan secara alamiah, tetapi harus melalui proses belajar dan berlatih. Berdasarkan sifatnya, menulis juga merupakan keterampilan berbahasa yang produktif dan reseptif. Dalam kegiatan menulis, penulis harus terampil memanfaatkan grafologi, kosa kata, struktur kalimat, pengembangan paragraf, dan logika berbahasa.
Permasalah yang terjadi berdasarkan kenyataan lapangan, hasil observasi pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas 3 SDN 03 Kaliboto, Mojogedang, Karanganyar. Ditemukan adanya permasalahan dalam menulis paragraf, adapun permasalahannya yaitu siswa kesulitan dalam pembelajaran berlangsung, tidak mendengarkan penjelasan guru ditandai dengan mengganggu temannya saat proses belajar mengajar, kurang aktif yang ditandai dengan siswa tidak mau menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru, hal tersebut dikarenakan penggunakan variasi pembelajaran guru kurang menarik dan kurang memanfaatan media pembelajaran yang menarik adapun media yang dipakai yaitu menggunakan kelas sebagai tempat belajar, kurang dalam memberikan motivasi kepada siswa dan alat peraga. Hal ini menyebabkan keterampilan menulis siswa rendah, dapat dilihat beberapa siswa yang belum bisa mengungkapkan sesuatu hal dengan jelas, sulit mengemukakan gagasan, sulit menjabarkan tema, sulit berimajinasi, dan kurang percaya diri dalam menyampaikan sesuatu, sehingga kurang memiliki keterampilan dalam menulis paragraf.
Berdasarkan hasil pengamatan di kelas, permasalahan kurangnya keterampilan menulis paragraf, maka perlu segera dilakukan perbaikan. Untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa dalam menyusun paragraf di sekolah dibutuhkan suatu model pembelajaran yang aktif serta kreatif, yang mampu merangsang kemampuan berpikir siswa untuk lebih berkembang, meningkatkan kreativitas dan daya imajinasi siswa melalui pengalaman. Salah satunya dengan menerapkan suatu model pembelajaran dan media pembelajaran dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.
Berdasarkan permasalahan tersebut, penulis sebagai guru kelas 3 SDN 03 Kaliboto menetapkan solusi dengan menerapkan model pembelajaran modeling the way berbantuan multimedia, sebagai upaya peningkatan keterampilan menulis paragraf siswa kelas 3 SDN 03 Kaliboto. Menurut Zaini (2008: 76) modeling the way yaitu memberikan peserta didik kesempatan untuk mempraktikan keterampilan spesifik yang dipelajari di kelas melalui demonstrasi. Sedangkan multimedia dalam pembelajaran adalah media yang mampu melibatkan banyak indera dan organ tubuh selama pembelajaran berlangsung, dengan media ini, siswa dan guru terlibat secara aktif indera penglihatan, pendengaran maupun indera yang lain. Kegiatan menulis akan lebih optimal dengan menerapkan model pembelajaran modeling the way berbantuan multimedia, karena model ini tepat untuk mengajarkan menulis, siswa senang, lebih fokus dalam belajar, selain itu siswa akan lebih kritis dalam menanggapi materi yang ditampilkan dan disampaikan dan memahami pelajaran yang disampaikan guru (Sufandi, 2010: 90).
Kegiatan awal sebelum pembelajaran dimulai guru mengkondisikan siswa agar siswa siap menerima materi pelajaran yang akan disampaikan guru dengan menyuruh siswa agar tenang dan fokus pada proses pembelajaran setelah itu siswa mengeluarkan buku pelajaran. Setelah siswa tenang, guru melakukan apersepsi dengan bertanya kepada siswa “siapa yang masih ingat pelajaran kemarin?”, siapa bisa menjawab angkat tangan”. kemudian siswa menjawab pertanyaan guru secara bersamaan sehingga terjadi proses tanya jawab. Selanjutnya guru menulis tema yang akan dipelajari dipapan tulis yakni, “lingkungan”. Dalam kegiatan awal ini guru memberi kepada agar siswa antusias saat proses pembelajaran berlangsung dan memahami materi.
Kegiatan inti terdiri dari eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi. Guru melakukan kegiatan eksplorasi dengan cara memacing siswa untuk menggali pengetahuan siswa mengenai keadaan lingkungan sekitar yang mereka ketahui. Setelah menggali pengetahuan siswa bisa mengetahui kedaan lingkungan, pada kegiatan ini guru menjelaskan tentang cara menulis paragraf dengan menggunakan tanda baca yang tepat. Pada kegiatan awal ini guru juga menampilkan video tentang keadaan lingkungan sambil memberikan contoh menulis paragraf dipapan tulis serta menjelaskan cara menulis paragraf dengan tanda baca yang tepat. Setelah melakukan tanya jawab, siswa diberi kesempatan untuk bertanya tentang pelajaran yang belum mereka pahami. Pada kegiatan elaborasi guru membagi kelas menjadi emapt kelompok. Kemudian guru membagikan lembar kerja yang harus dikerjakan secara berkelompok. Dalam lembar kerja tersebut siswa diminta untuk menyusun paragraf sesuai dengan gambar. Siswa menciptakan skenario kerja yaitu saling berdiskusi dalam diskusi ini siswa membagi tugas kepada anggota kelompok yaitu menulis hasil diskusi dan secara berkelompok menunjuk temannya untuk berlatih dan membacakan diskusi di depan kelas. Guru memberikan waktu 5-15 untuk mendiskusikan LKS, setelah selesai guru menyuruh siswa untuk membacakan diskusi di depan kelas. Guru bertanya kepada kelompok yang lain, “apakah ada jawaban lain? Kelompok yang mempunyai jawaban lain mengemukakan pendapatnya dan terjadilah diskusi kelas. Kemudian siswa bersama-sama untuk memberikan penilaian proses yakni dengan bertepuk tangan untuk kelompok yang hasil diskusinya bagus dan kelompok yang paling kompak.
Pada kegiatan konfirmasi guru bertanya kepada siswa tentang materi yang belum dipahami, kemudian guru memberikan penguatan dan motivasi kepada seluruh siswa dalam bentuk pujian dan tepuk tangan agar pada pertemuan selanjutnya siswa lebih aktif lagi dalam mengikuti pembelajaran.Kemudian masuk pada kegiatan akhir yaitu guru membimbing siswa untuk menyimpulkan materi yang telah dipelajari. Kemudian guru membagikan evaluasi untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa dan mengetahui hasil belajar yang dicapai siswa. Siswa mengerjakan evaluasi secara individu dengan tidak saling membantu.
Dengan adanya metode ini, siswa 3 SDN 03 Kaliboto menjadi lebih aktif, kritis, dan terlibat secara menyeluruh dalam pembelajaran. Mereka diajak untuk berkolaborasi dalam kelompok, berdiskusi, dan bertanya, sehingga meningkatkan pemahaman mereka. Terlebih lagi, model pembelajaran ini merangsang daya imajinasi siswa, sehingga mereka dapat menyusun paragraf dengan lebih baik dan percaya diri.
