Bercerita Menggunakan Boneka Tangan Untuk Meningkatkan Kemampuan Bahasa pada Anak TK Negeri Pembina Pati
TK Negeri Pembina Pati merupakan salah satu lembaga pendidikan anak usia dini yang berada pada jalur formal, dimana anak usia dini merupakan masa emas (Golden Age), khususnya usia 5 sampai 6 tahun. Tujuan dari Taman Kanak-kanak ini adalah untuk membantu mengembangkan potensi anak yang meliputi nilai agama dan moral, sosial emosional, kognitif, bahasa, fisik motorik dan kemandirian. Oleh karena itu, pengembangan potensi anak hendaknya dilakukan dengan berbagai metode kegiatan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan bagi anak pada fase usia emas. Di sinilah peran pendidikan sangat mendasar dan sangat menentukan perkembangan anak selanjutnya.
Montessori dalam Sujiono (2018) menyatakan bahwa masa ini merupakan masa sensitif dimana anak sangat mudah menerima rangsangan dari lingkungannya. Jika anak mendapat stimulus yang baik maka seluruh aspek perkembangan anak akan berkembang secara optimal. Oleh karena itu,
pendidikan anak usia dini harus mampu menstimulasi seluruh aspek perkembangan anak, meliputi perkembangan perilaku, bahasa, kognitif, sosial, emosional, kemandirian, dan motorik fisik.
Pertumbuhan dan perkembangan pada anak usia dini merupakan masa yang sangat penting karena pada masa ini pertumbuhan dasar akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya. Perkembangan pada usia dini meliputi perkembangan kemampuan berbahasa, kreativitas, kesadaran sosial emosional dan kecerdasan, yang berjalan sangat cepat dan menjadi landasan bagi perkembangan selanjutnya. Perkembangan moral dan dasar-dasar kepribadian juga terbentuk pada masa perkembangan ini, terdapat masa kritis, dimana diperlukan rangsangan atau rangsangan yang bermanfaat agar potensi berkembang.
Dalam Pendidikan Anak Usia Dini, pengembangan kemampuan dasar berbahasa pada anak berarti anak mampu mendengarkan, berkomunikasi secara verbal, memiliki kosa kata dan simbol-simbol yang mewakili dirinya dalam persiapan membaca dan menulis. Salah satu tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat dicapai adalah anak dapat mendengarkan dan memahami kata-kata dan kalimat sederhana dengan indikator mendengarkan cerita dan menceritakan kembali isi cerita secara sederhana.
Menyikapi hal tersebut di atas, anak kelompok B TK Negeri Pembina Pati menerapkan metode pembelajaran bercerita dengan menggunakan boneka tangan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak. Metode bercerita merupakan suatu cara penyampaian atau penyajian materi pembelajaran secara lisan berupa cerita dari guru kepada siswa TK. Dengan bercerita maka pendengaran anak akan dapat berfungsi dengan baik untuk membantu perkembangan berbicara, dengan meningkatkan perbendaharaan kata, kemampuan mengucapkan kata, berlatih menyusun kalimat sesuai tahap perkembangan anak (Dhieni, 2017).
Tujuan dari bercerita dengan menggunakan media edukasi seperti boneka tangan dan lain-lain adalah untuk membantu mengembangkan imajinasi anak mengenai isi cerita/objek dalam sebuah cerita yang didalamnya terdapat hubungan sebab akibat, suatu proses yang terjadi dalam cerita. lingkungan sekitar anak, sehingga anak dapat menyimpulkan isi cerita. berdasarkan kemampuan nalar atau daya pikir anak. Boneka tangan adalah boneka yang digunakan sebagai media atau alat bantu yang digunakan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran, yang ukurannya lebih besar dari boneka jari dan dapat digunakan dengan tangan. Menurut Daryanto (2017), boneka tangan adalah benda tiruan berbentuk manusia, hewan, atau tumbuhan yang dimainkan dengan satu tangan. Boneka tangan dapat digunakan sebagai media edukasi, wayang dapat dimainkan dalam bentuk lakon wayang. Boneka tangan adalah boneka yang digerakkan dari bawah oleh seseorang yang tangannya dimasukkan ke bawah pakaian boneka tersebut. Disebut boneka tangan karena yang menggerakkannya adalah tangan manusia.
Kegiatan pembelajaran dengan metode bercerita menggunakan boneka tangan untuk anak kelompok B di TK Negeri Pembina Pati adalah sebagai berikut: a) Guru membuka pembelajaran dengan mengajak anak berdoa sebelum memulai pembelajaran, kemudian guru mengucapkan salam dan menyanyikan lagu pembuka. Guru memanggil nama anak satu per satu untuk mengetahui ketidakhadiran siswa pada hari itu; b) Kemudian guru membangun pengetahuan awal anak tentang keluarga melalui kegiatan percakapan dan tanya jawab. Guru juga menjelaskan kepada anak tentang tema; c) Setelah itu guru memperkenalkan boneka tangan yang akan digunakan untuk bercerita kepada anak. Kemudian menjelaskan kegiatan bercerita dengan menggunakan boneka tangan yang akan dilakukan. Serta menjelaskan cara menggunakan boneka tangan untuk bercerita; d) Guru menjelaskan aturan permainan pada saat kegiatan mendongeng; e) Guru memperlihatkan boneka tangan, kemudian guru menceritakan tentang dirinya dan keluarganya serta menceritakan tentang kebiasaan-kebiasaan yang ada dalam keluarga dengan menggunakan boneka tangan. Kebanyakan anak kurang fokus mendengarkan cerita, mereka lebih menyibukkan diri dengan membicarakan hal lain kepada temannya; f) Kemudian guru melakukan tanya jawab dengan anak mengenai cerita yang dibawakan dengan menggunakan boneka tangan, seperti siapa tokoh keluarga, dan pekerjaan apa yang biasa mereka lakukan, di mana biasanya tokoh tersebut melakukan pekerjaannya, misalnya di mana ibu biasanya memasak, kapan karakter biasanya melakukan pekerjaannya, dll; g) Setelah itu guru meminta anak menceritakan tentang dirinya dan anggota keluarganya serta kebiasaannya menggunakan boneka tangan dengan bantuan guru; h) Guru kemudian menanyakan perasaan anak mengenai pengalamannya bercerita di depan kelas dengan menggunakan boneka tangan; i) Kegiatan yang dilakukan pada tahap akhir adalah melakukan tanya jawab mengenai kegiatan yang telah dilakukan dan menyimpulkan hasil kegiatan yang telah dilakukan.
Kegiatan mendongeng dengan menggunakan boneka tangan ini membuat anak senang, dapat melatih kesabaran anak, meningkatkan daya pikir anak, melatih motorik halus anak, melatih koordinasi antara mata dan tangan dan yang terpenting agar anak mampu berkembang sesuai dengan kemampuan anak usia dini. Di sisi lain, bercerita dengan menggunakan boneka tangan juga mengembangkan wawasan dalam berbicara atau menyampaikan apa yang ada di pikiran anak dengan jelas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran bercerita dengan menggunakan boneka tangan dapat meningkatkan kemampuan berbahasa anak kelompok B di TK Negeri Pembina Pati.
