Penerapan Kegiatan Bermain Pictorial Counting Bowling Ball untuk Meningkatkan Kemampuan Berhitung Permulaan Anak Usia Dini
kemampuan yang harus dimiliki oleh semua anak misalnya mengurutkan bilangan, menjumlah, mengurangi sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari serta sebagai dasar pengetahuan matematika pada jenjang berikutnya (Nurhidayah dan Astari, 2019). Sesuai dengan pendapat (Zulkifli,2020) bahwa kemampuan dasar berhitung permu-laan pada anak biasanya dimulai dari lingkungan terdekat sehingga anak mampu meningkatkan kemampuan tersebut pada tahap mengenai penjumlahan dan pengurangan. Pendapat tersebut dikuatkan pula oleh (Astuti, 2018) bahwa berhitung permulaan sangat diperlukan untuk mempersiapan diri dalam mengikuti pendidikan dasar. Berdasarkan beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa kemampuan berhitung permulaan penting diajarkan pada anak sejak dini untuk mempersiapkan diri pada tahapan berhitung selanjutnya.
Bermain berasal dari kata main yang memiliki arti yakni main dan memiliki kaya serupa dengan kata bermain, yakni suatu kegiatan yang sifatnya bersenang-senang baik menggunakan alat permainan tertentu maupun tidak (Muharmi, 2018). Menurut teori Santrock dalam (Fauziddin dan Mufarizuddin, 2018) menjelaskan bermain merupakan kegiatan yang menyenangkan untuk kegiatan pembelajaran. Bermain merupakan sarana dalam melakukan sosialisasi melalui kegiatan permainan yang menarik bagi anak memiliki kesempatan untuk bereksplorasi melalui kegiatan belajar yang menyenangkan. Pendapat tersebut sejalan dengan pengertian menurut Plato dan Aristoteles Froble dimana bermain dianggap sebagai nilai praktis yang memiliki arti bermain sebagai media dalam pengoptimalan kemampuan serta ketrampilan yang dimiliki oleh setiap anak (Farhurohman, 2017). pendapat tersebut juga sejalan dengan Musbikin (dalam Zaini, 2019) bahwa proses pembelajaran melalui kegiatan bermain yang menyenangkan bagi anak, diharapkan mampu meningkatkan kreativitas anak sesuai dengan potensi yang dimiliki.
Menurut Seifert dan Hoffnung (dalam Zaini, 2019) jenis bermain yaitu sebagai berikut : a) Bermain Fungsional (Functional Play) kegiatan bermainan ini adalah adanya gerakan yang diulang-ulang, seperti gerakan kaki dan tangan bayi bagi anak prasekolah selama periode sensorimotorik, b) Permainan konstruktif (contructive play) kegiatan bermain menggunakan bentuk-bentuk fisik untuk membangun atau membuat sesuatu, c) Permainan dramatik (dramatic play) bentuk kegiatan bermain yang dilakukan secara berpura-pura, d) Permainan dengan aturan (games with play) kegiatan bermain dengan aturan tertentu yang harus dipatuhi oleh anak yang memainkannya.
Bermain bowling merupakan salah satu jenis olah raga yang memiliki cara bermain dengan menggelindingkan bola dengan tujuan merobohkan pin-pin ganda yang telah disusun menggunakan satu tangan (Susanti, 2018). Bermain bowling ini juga diartikan sebagai jenis olahraga dengan teknik menggelindingkan bola atau melempar bola melalui gerakan mengayunkan 1 tangan (Aulina, 2018). Sehingga, kegiatan bermain pictorial accounting bowling ball merupakan kegiatan dengan cara bermain dengan menggelindingkan bola yang bertujuan untuk merobohkan pin sesuai dengan Langkah-langkah atau aturan yang telah dirancang.
Cara bermain bowling ball ini menggunakan teknik menggelindingkan bola ke arah pin-pin yang sudah disusun sejumlah sepuluh buah dengan bentuk segitiga. Permainan bowling ball ini mampu membantu anak untuk mengenal bilangan jika dilakukan melalui permainan yg telah dimodifikasi untuk menarik anak. Permainan bowling ball ini mampu menarik minat anak dalam melakukan kegiatan karena menggunakan bola sebagai media pembelajaran yang digelindungan sehingga anak lebih aktif bergerak melalui kegiatan bermain (Susanti, 2018). Permainan Pictorial accounting bowling ball ini merupakan bagian dari kata permainan bowling dengan memperkenal penjumlahan angka menggunakan gambar-gambar.
Penulis sebagai guru TK Jatipuro 02, Karanganyar memodifikasi langkah-langkah permainan bowling untuk meingkatkan kemampuan berhitung permulaan pada anak usia dini sebagai berikut: 1) Menyiapkan tempat, tempat disiapkan untuk kegiatan permainan bowling oleh anak. 2) Menyiapkan bola, guru menyiapkan bola yang akan digunakan untuk permainan bowling. 3) Menata pin botol, pin botol disusun berderet sejumlah 5 botol kemudian diberi simbol pada bagian depan serta diberi kertas unjuk kerja dibagian dalam botol. 4) Mengkoordinasikan anak, anak berbaris rapi menunggu antrian bermain. 5) Anak siap berbaris, anak yang akan bermain berdiri di belakang garis yang telah dibuat oleh guru sebelumnya. 6) Anak mengambil bola, anak diminta untuk mengambil bola bowling pada tempat yang telah disediakan. 7) Anak menggelindingkan bola, anak diminta untuk menggelindingkan bola yang ditujukan pada botol-botol yang telah disusun oleh guru. 8) Anak mengambil gambar, anak mengambil gambar pada botol yang telah jatuh. 9) Anak menghitung gambar, Anak diminta untuk menghubungkan dan memberikan lambang bilangan pada jumlah gambar.
Melalui permainan Pictorial Counting Bowling Ball dalam pembelajaran berhitung permulaan, anak mampu terlibat aktif dalam pembelajaran yang sedang dilaksanakan, permainan bowling ini dapat mengembangkan tiga aspek perkembangan sekaligus yakni aspek kognitif, afektis serta psikomotor, permainan yang dilakukan dikemas dalam bentuk kegiatan yang menyenangkan bagi anak sehingga anak dapat merasakan kegembiraan, rasa sukarela dalam melakukan kegiatan, permainan bowling ini juga dapat mendorong kemampuan menalar anak dalam berfikir untuk memecahkan permasalahan-permasalahan, permainan bowling ini masih jarang dilakukan pada kegiatan pembelajaran sehingga rasa penasaran anak yang cukup tinggi.
