“Reading Aloud” Strategi bagi Siswa untuk Meningkatkan Rasa Percaya Diri dalam Belajar Bahasa Inggris
Perubahan Kurikulum 2013 menjadi Kurikulum Merdeka harus diikuti juga dengan adanya cara mengajar siswa. Apalagi bila pembelajaran di Fase E (kelas X), Guru benar-benar berusaha untuk menyesuaikan kegiatan pembelajarannnya sesuai tuntutan dan tuntunan perubahan Mengajar, termasuk mengajar pelajaran Bahasa Inggris. Mengajar Bahasa Inggris pada Fase E atau kelas X menghadapi bebrapa masalah atau kendala. Masalah tidak hanya hubungannya dengan pemahaman materi pelajaran Bahasa Inggris namun juga berasal dari dalam diri siswa. Masalah-masalah dari dalam siswa tersebut yaitu pengetahuan materi waktu SMP, Latar belakang keluarga, motivasi belajar, kemandirian, kreatif, disiplin, kepercayaan diri, dan seterusnya.
Salah satu karakter yang menghambat siswa dalam belajar Bahasa Inggris adalah rasa Percaya Diri yang rendah. Siswa dengan percaya diri yang rendah akan sulit mengikuti kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris apalagi dikegiatan pembelajaran yang mencakup pada penilaian integrated dari nilai pengetahuan materi dan praktek. Siswa dalam pembelajarannya untuk mendapatkan nilai harus mampu menyelesaikan dan menghasilkan suatu produk sesuai dengan keinginan dan kemampuan masing-masing dalam pembelajaran berdeferesial. Kepercayaan diri siswa yang rendah dikarenakan salah satunya adalah berkumpulnya siswa-siswa dari berbeda-beda asal sekolah yang berbeda-beda. Para siswa menjadi asing satu dengan lainnya, jadi mereka lebih menahan diri untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran. Disamping itu, Kepercayaan diri yang rendah dikarenakan siswa takut membuat kesalahan yang akan ditertawakan oleh orang lain ataupun ditegur oleh guru sehingga siswa tersebut lebih memilih rasa aman untuk pasif atau diam. Hal ini berdampak pada diri siswa yang menyebabkan tidak berkembang dan meningkatnya kemampuan siswa baik dalam pengetahuan maupun potensi diri yang terkait dengan kemampuan Bahasa Inggris.
Percaya diri adalah keyakinan seorang dari segala aspek kelebihan yang dimilikinya dan keyakinan tersebut membuat mereka merasa mampu untuk bisa mencapai berbagai tujuan dalam hidupnya menurut Hakim (2002). Dari definisi tersebut karakter Percaya Diri adalah suatu potensi bawaan yang ada disetiap manusia termasuk siswa. Alangkah baiknya bila potensi Percaya Diri semakain ke depan semakin berkembang dan meningkat. Bila Percaya Diri bisa berkembang dan meningkat seiring denganbertambah usia pada siswa maka akan berhasil dengan signifikan pada hasil pembelajarannnya.
Secara umum setelah beberapa waktu, setelah dilakukan Test Diagnostik dan juga pengamatan, rasa Percaya Diri terlihat rendah , namun tetap ada juga beberapa siswa yang memiliki tingkat kepercayaan diri tinggi. Dengan jumlah siswa yang memiliki rasa Percaya Diri yang rendah lebih dominan maka akan membuat kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris tidak bisa mencapai hasil yang tidak maksimal, jauh dari Capaian pembelajaran atau Tujuan pembelajaran yang diharapkan pada batas minimal. Rasa Percaya Diri yang rendah juga terlihat pada kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris pada kegiatan membaca teks berbahasa Inggris.
Maka langkah selanjutnya, guru mencari dan menentukan pendekatan yang tepat untuk masalah ini, yaitu suatu pendekatan yang mampu meningkatakan kepercayaan diri siswa dalam suatu kegiatan pembelajaran dan mampu mendapatkan hasil yang maksimal. Salah satu pendekatan yang bisa digunakan untuk meningkatkan karakter Percaya Diri pada siswa adalah Reading Aloud. Reading Aloud adalah membaca dengan menyuarakan simbol-simbol tertulis berupa kata-kata atau kalimat yang dibaca dan latihan membaca ini lebih cocok diberikan kepada pelajar tingkat pemula menurut Hermawan (2011). Jadi ketika Reading Aloud dilakukan oleh siswa maka siswa harus membaca suatu teks yang sudah ditentukan dengan suara yang bisa didengar oleh orang lain, dalam hal ini teman-teman dan gurunya. Langkah-langkah yang dalam penerapan Reading aloud yaitu 1. Sediakan teks berupa dari materi saat itu. 2. Bagi teks tersebut menjadi beberapa bagian atau paragrap. 3. Guru membaca teks atau menjadi model. 4. Siswa mempraktekkan membaca teks dengan bersuara. Adapun durasi atau waktu kegiatan Reading aloud setiap siswa menyesuaikan kebijakan guru dalam kegiatan Pembelajaran. Guru yang lebih tahu durasi waktu, kondisi dan situasi siswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris dan guru diharapakan mampu mengaturnya dengan baik agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal sesuai capaian pembelajaran atau tujuan pembelajaran.
Pelaksanaan strategi Reading Aloud ini bisa diatur oleh guru, seperti : 1. Saat pembelajaran menyesuaikan pada materi jenis teks. 2. Di sela-sela materi yang bukan materi teks. 3. Setiap diawal pembelajaran bahasa Inggris sebagai apersepsi. 4. Sebagai hukuman yang positip (positive punishment). Jangan lupa, bila seorang guru menerapkan strategi ini, reward harus diberikan kepada siswa yang telah melakukan Reading aloud dengan baik. Reward tidak hanya berupa benda namun juga bisa pujian, ucapan-ucapan yang membangun, menjadi catatan nilai dll. Bagi siswa yang Reading Aloudnya belum tepat perlu dikoreksi dan support agar ke depan menjadi lebih baik. Intensitas dilakukannya Strategi Reading Aloud akan berdampak positip bagi siswa baik dalam kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris baik dalam proses maupun hasilnya.
Perkembangan dan peningkatan karakter pribadi yaitu Percaya Diri pada siswa sangat berperan penting dalam kegiatan belajar Bahasa Inggris. Percaya diri Strategi Reading Aloud yang memungkinkan ada interaksi antar guru dan siswa, membuka peluang komunikasi yang baik dan pemberian perhatian kepada siswa. Komunikasi yang baik dan pemberian perhatian oleh guru kepada berdampak kepercayaan diri siswa. Siswa yang diawal takut dan rendah diri akan bisa membuka diri dan lebih semangat dalam kegiatan belajar Bahasa Inggris. Bagi Siswa sydah percaya diri, dengan strategi Reading Aloud akan mampu mengikuti pembelajaran Bahasa Inggris dengan baik akan lebih bersemangat dan maksimal. Siswa tersebut akan lebih membuka diri dan memunculkan kelebihan atau potensi diri dalam kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris. Hal ini akan semakin terlihat potensi diri dari setiap siswa. Berkembang dan meningkatnya rasa Percaya Diri dari setiap siswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris akan menjadikan kelas pembelajaran Bahasa Inggris lebih hidup, aktif dan kreatif. Silakan dicoba.
