Implementasi Kurikulum Merdeka di SD N 1 Donohudan sebagai Sekolah Penggerak
Sekolah Dasar Negeri 1 Donohudan merupakan salah satu institusi pendidikan yang terletak di kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali. Sebagai satu dari dua sekolah yang menjadi sekolah penggerak di Kecamatan Ngemplak menjadikan SD N 1 Donohudan memiliki peran strategis dalam memfasilitasi, mengkoordinasikan, dan mendukung pengembangan berkelanjutan bagi sekolah-sekolah lain di wilayah sekitar. Fungsi utama sekolah penggerak adalah sebagai pusat penyedia sumber daya, baik dalam bentuk pengetahuan, praktek terbaik, maupun pelatihan bagi guru dan staf administrasi sekolah. Untuk saat ini SD N 1 Donohudan telah mengimplementasikan kurikulum merdeka untuk Fase A kelas I dan II, fase B kelas IV, dan Fase C kelas V.
Dengan diperkenalkannya kurikulum merdeka, SD N 1 Donohudan melihat peluang untuk menyesuaikan kurikulum dengan karakteristik unik siswa dan lingkungan. Hal ini tercermin pada pembelajaran berdiferensiasi yang diterapkan dalam beberapa pembelajaran. Guru berupaya melakukan pemetaan kebutuhan belajar peserta didik melalui kesiapan, minat, dan profil belajar peserta didik. Untuk itu pembelajaran dapat mengakomodasi kebutuhan belajar peserta didik yang beragam baik yang memiliki modalitas visual, audiovisual, maupun kinestetik melalui diferensiasi konten, proses, dan produk. Dalam konteks ini, implementasi kurikulum merdeka di SD N 1 Donohudan melalui pembelajaran berdiferensiasi diharapkan dapat menjadi contoh bagi Sebagai tindak lanjut implementasi kurikulum merdeka dengan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi tersebut, SD N 1 Donohudan juga melakukan pengimbasan kepada sekolah yang terdekat. Dalam kegiatan pengimbasan ini ada dua guru yang menjadi narasumber untuk memberikan materi terkait pembelajaran berdiferensiasi. Kegiatan pengimbasan juga dimanfaatkan sebagai focus group discussion (FGD) antar guru untuk saling bertukar pendapat terkait implementasi pembelajaran berdiferensiasi.Kurikulum Merdeka di SDN 1 Donohudan diimplementasikan dengan semangat untuk menghargai dan memanfaatkan kekayaan budaya lokal dalam proses pembelajaran. Hal ini ditunjukkan pada kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasasila (P5) pada semester gasal tahun pelajaran 2022/2023 lalu dimana SD N 1 Donohudan mengambil tema kearifan lokal dengan judul mengenal makanan tradisional, dimana melibatkan peran masyarakat dalam hal ini adalah menghadirkan wali peserta didik untuk memberikan pelatihan pembuatan makanan tradisional. Di akhir semester diadakan gelar karya dengan tetap melibatkan orang tua/wali peserta didik untuk ikut serta didalamnya.
Didik Lebih lanjut pada semester genap tahun Pelajaran 2022/2023 kegiatan P5 juga dilakukan dengan mengambil topik yang berbeda yaitu gaya hidup berkelanjutan dengan judul cerdik mengolah sampah. Kegiatan P5 dilakukan dengan berkolaborasi bersama pengepul sampah yang berada di dekat sekolah, peserta didik diajak berkunjung dan diberikan kesempatan bertanya kepada pemilik pengepul sampah terkait apa saja yang berhubungan dengan pengolahan sampah. Seperti hal nya di semester gasal, pada semester genap ini juga diadakan gelar karya untuk menampilkan berbagai hasil karya dari sampah atau barang bekas yang di kreasikan oleh peserta didik. Sementara itu untuk semester gasal tahun Pelajaran 2023/2024 ini SD N 1 Donohudan megambil topik P5 kewirausahaan judul bertanam sayur yang nantinya juga akan diakhiri dengan gelar karya. Gelar karya bertujuan untuk mengakui dan memfasilitasi pencapaian siswa di luar ranah akademik. Gelar karya ini sebagai salah satu wujud nyata upaya penerapan kurikulum merdeka dalam mendorong perkembangan peserta didik secara holistik, menghargai keberagaman bakat dan minat mereka, serta memberikan motivasi untuk terlibat secara aktif dalam kegiatan di luar kelas yang dapat memberikan pengalaman pembelajaran yang berharga.
Dengan adopsi kurikulum merdeka, SD N 1 Donohudan berupaya untuk memastikan bahwa para peserta didik merasa diakui dan dihargai akan perbedaan latar belakang sosial budayanya dalam belajar serta tidak hanya memiliki pemahaman yang kokoh tentang kurikulum nasional, tetapi juga memiliki kesadaran yang mendalam terhadap warisan budaya dan kearifan lokal yang akan membentuk mereka sebagai warga negara yang berbudaya dan berdaya saing di tingkat global.
